•June 28, 2009 •
Leave a Comment
Kid..
You do know that i’m still in love with you..
You do know that i still need you to be there…
You do know that i’m still trying to find the one that can distract from my thoughts of you…
You do know that i’m the one that always standing there when you’re alone…
But…
Why you always trying to find someone who can fulfill your need…
Kid…i do still love you…
Posted in You Live You Learn
•May 29, 2009 •
Leave a Comment
ALERT!
I’M NOT SUPPOSED TO LOVE YOU THIS WAY!!

Posted in You Live You Learn
•May 25, 2009 •
Leave a Comment
Usai putus hubungan sama kamu ternyata bukan sesuatu yang mudah
Menekan keinginan untuk tidak mau tahu tentang kamu pun terasa berat
Sekarang memang ini yang harus dilalui
Membuang sedikit demi sedikit racun yang pernah kita nikmati bersama
Menyimpan dalam-dalam semua kesenangan yang pernah dicecap
Tapi semua itu sebenarnya terlihat mudah
Kalau saja saya mau benar-benar sadar
Bahwa kamu nampak tidak begitu sulit menghilangkan saya dari hidup kamu
Betapa mudahnya kamu melupakan semua dosa penuh nikmat ciptaan kita
Mungkin saya memang sudah menjadi bagian dari rutinitas kamu
Sebagai perempuan yang datang dan pergi dalam hidup kamu
Perempuan yang tidak kamu harapkan untuk bersemayam lama dipikiran kamu
****
Posted in You Bleed You Learn, You Live You Learn
•May 15, 2009 •
Leave a Comment
Ini kah yang kamu maksud mengenalku dengan baik?
Karena saat ini sepertinya kamu tidak tahu apa yang seharusnya kamu lakukan, sayang…
Kamu malah melepaskan aku dan semuanya…
Menunjukkan kalau kamu tidak ada masalah jika aku tak ada…
Padahal kamu tahu benar kalau aku bisa saja mati karena kehilangan kamu…
Sayang, sepertinya kita sudah benar-benar selesai…
Posted in You Bleed You Learn
•May 4, 2009 •
3 Comments
Saya baru empat bulan kenal kamu. Tapi rasanya sudah lama saya berurusan sama kamu. Awalnya saya, yang senang mempelajari cara berpikir manusia, menjadikan kamu sebagai kelinci percobaan saya.Diri kamu yang selalu berada di pojok sangkar dan beku membuat saya tertarik untuk mencari tahu tentang apa yang dirasakan kamu.
Apakah kamu sakit?
Apakah kamu takut?
Atau mungkin kamu terluka?
Kenapa kamu diam?
Saya dekati kamu, kamu masih diam. Saya ulurkan tangan saya, kamu hanya menatap. Hingga akhirnya saya menemukan umpan yang tepat untuk kamu. Akhirnya kamu menyambut uluran tangan saya. Entah karena kamu yang dengan sadar membiarkan diri kamu memakan umpan tersebut atau saya yang berhasil memilih umpan yang tepat. Karena akhirnya kamu percaya dan membiarkan saya membelai kamu.
Saya keluarkan kamu dari sangkar untuk mempelajari kamu. Menyuntikan semua cairan yang bisa membahagiakan kamu. Hingga kamu mau berada dalam dekapan saya. Mengungkapkan apa yang sebenarnya kamu rasakan.
Ternyata, menyayangi kamu adalah hal yang mudah. Tak lama kamu berada dalam pelukan saya, kamu berontak. Liar dan lari kesana kemari. Saya tidak mampu menahan tubuh kamu yang meronta itu. Saya melepaskanmu.
Meski menangis karena sedih karena kamu tak lagi menginginkan saya, saya belajar untuk merelakan kamu. Saya tidak mencari kamu. Tapi seekor burung menyampaikan kepada saya kalau kamu sudah mendapat sangkar baru, dengan pemilik yang sangat mencintai kamu. Burung itu mengatakan kalau kamu disana kamu sangat bahagia. Dimanja dan disirami kebahagiaan. Kamu bahagia tetapi tidak mendapatkan apa yang kamu butuhkan. Kamu pun lari lagi.
Hingga akhirnya terbawa kembali ke depan wajah saya. Kamu meminta penawar kebahagiaan yang dulu. Saya, yang masih menyayangi kamu memberikannya dengan senang hati. Tapi dasar kamu kelinci liar. Kamu lari lagi meninggalkan saya. Tak ingin menangis lagi, akhirnya saya yang menyuntikan kebahagian untuk kamu dulu, kepada diri saya sendiri. Hasilnya, saat ini saya yang menjadi kelinci percobaan diri saya sendiri.
Posted in You Live You Learn
•April 27, 2009 •
Leave a Comment
Ternyata bener begitu…
Kalo kata orang kita bakalan ngerasa keilangan kalo orangnya sudah enggak ada
Begitulah yang terjadi sama gue sekarang
Iya, itu anak sekarang emang lagi berada di tempat jauh disana
Dan gue akhirnya merasa kalah karena kehilangan
Padahal sebelum dia pergi gue enggak pernah ngerasa begini
Ya mungkin karena gue tahu dia ada dimana
Meski enggak tahu juga saat itu dia ngapain dan sama siapa
Gue enggak ngerasa ada yang hilang
Tapi sekarang…
Padahal udah nganterin dia juga.
Eh, masih ajah dihujani rindu tanpa alasan.
Arrgh..
Posted in You Love You Learn
•March 23, 2009 •
1 Comment
Hanya dua kali saya berinteraksi dengan kamu
Pertama hanya dengan huruf-huruf di aplikasi chating facebook
Kedua hanya percakapan non verbal
Lebih tepatnya hanya sedikit tatapan dan sedikit senyuman
Tapi kenapa selalu ada perasaan menggelegar tiap ada perubahan di halaman facebook kamu???
Posted in You Love You Learn
•March 19, 2009 •
Leave a Comment
Sedikit sedikit saja
Saya lebih menikmati kalau kamu ngasih saya sedikit-sedikit
Jangan buru-buru
Pelan-pelan saja ya
Kita nikmati saja situasi pencurian hati ini
Saya senang melihat kamu tahu kalau saya mau
Tidak malu, santai lah
Kita kan sudah dewasa
Posted in You Live You Learn
•March 18, 2009 •
Leave a Comment
No!! definitely this is not love. It just a lust. Nope! Not ‘a’ lust. But some lust. Because i feel that sparkling passion every time he’s near my body. Not in a meter. But in 10cm. Gosh. He’s such have tons of sex appeal.Feel like i wanna brag him and then we throwing our passion into a one hot bed.
Honey…if you don’t mind…i beg you to have sex with me tonight…
Posted in You Live You Learn
•February 28, 2009 •
1 Comment
Dia semakin sering bercanda dengan saya…
Tidak hanya ketika bertemu atau lewat telepon…
Bahkan lewat SMS pun dia makin sering bercanda…
Saya sangat senang…
Senang rasanya bisa membuka kotak lain yang dimiliki laki-laki itu…
Laki-laki yang kalian kenal sebagai sosok pendiam…
Sosok sombong, autis, dan apapun yang menunjukkan sisi introvertnya…
Tidak…
Dia tidak introvert…
Ya, paling enggak, dia tidak seperti itu kepada saya…
Posted in You Live You Learn