Ketika Ingin Menyerah

•November 7, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Menggoda kematian

Itulah yang beberapa hari ini saya lakukan

Ketika nafas mendadak terhirup empat ketukan sekali

Saat pandangan tak lagi satu namun memecah dan berpendar

Setiap kali itu terjadi saya memanggilnya dalam hati

“oh…ayolah..ajak saya saat ini juga…”

Entah apa yang sudah saya miliki hingga berani-beraninya mengundang sang maut

Ketidakmampuan saya akan entah apa yang ada didalam hati ini yang membuat saya memanggilnya

Saya butuh seseorang

Hanya seorang

Seorang yang mau menjadi penyangga saya saat ini

Sepertinya saya lebih memilih mati dari pada harus hidup dengan hati yang pincang

Pemalsuan Jiwa

•Oktober 26, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar
Ada yang menilai saya mengalami kemunduran mental. Ada juga yang menyatakan keharuannya atas sesuatu yang tidak nyata yang sedang saya alami. Ada juga yang mengungkapkan rasa iri. Semua itu adalah perasaan teman-teman saya saat ini. Lanjutkan membaca ‘Pemalsuan Jiwa’

Selebrasi 2.5 Abad Guinness

•Oktober 22, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Setiap sudut kota Dublin, 24 September lalu, tepat pukul 17.59 secara bersamaan terdengar orang-orang yang meneriakan kalimat “To Arthur!” sambil mengangkat gelas minuman mereka tinggi-tinggi.

Malam itu warga Dublin memang tengah merayakan berdirinya pabrik pengolahan bir ternama di dunia yang ke 250 tahun ini, malam itu kota Dublin disulap menjadi kota yang sangat meriah. Tidak hanya anak-anak muda, tetapi juga orang-orang tua yang masih berjiwa muda berlomba-lomba menunjukkan gairah dan semangat mereka untuk memperingati sosok penemu bir yang sekaligus seorang philanthropist (dermawan), yang memiliki jasa yang cukup besar di kalangan masyarakat Irlandia.

Tom Jones

Berpusat di Guinness Storehouse atau Pabrik Bir Guinness, di St. James Street, selebrasi ulang tahun 2.5 Abad Guinness berlangsung meriah sekaligus megah. Bayangkan saja, Hopstore 13, salah satu sisi gedung yang berada di lingkungan pabrik ini disulap menjadi panggung besar dengan 2000 penonton dan tata cahaya ribuan watt yang siap menghujani artis-artis dunia seperti Sir Tom Jones, Estelle, raper Deezy Rascal serta grup band Kasabian.

Kasabian

Memulai kemeriahan tepat pada pukul 17.59, sesuai dengan angka tahun berdirinya Pabrik Guinness, Sir Tom Jones didaulat sebagai komandan perayaan ulang tahun Guinness. Bersamaan pesta di Storehouse, empat bar yang bertebaran di tengah kota Dublin yaitu Vicar Street, The Academy, Lanjutkan membaca ‘Selebrasi 2.5 Abad Guinness’

Tahukah Kamu???

•Oktober 15, 2009 • 1 Komentar

Bram-Stoker - Dracula

Seniman dunia seperti Bram Stoker (Novelist Dracula) adalah lulusan Trinity College dan pernah bekerja sebagai pembantu di Dublin Castle di tahun 1870an

O’Connell Bridge awalnya dibuat dari tali tambang dan hanya mampu dilalui oleh satu orang dan seekor keledai. Lanjutkan membaca ‘Tahukah Kamu???’

Must Visit Places in Dublin

•Oktober 15, 2009 • & Komentar

Docklands
Sisi kota Dublin yaitu Docklands merupakan bagian dari kota ini yang dikelilingi oleh perairan. Salah satu tempat menarik yang ada di kawasan Docklands adalah salah satu bangunan bersejarah yaitu The Custom House. Bangunan ini awalnya dibuat pada tahun 1791. Namun sempat hancur karena insiden kebakaran pada tahun 1921, tepatnya pada perebutan kemerdekaan Irlandia dari cengkeraman Inggris. Dan pada tahun 1980an, The Custom House mengalami renovasi untuk tetap menjaga salah satu situs bersejarah Irlandia ini.

Custom House

O’Connell Street
Jalan O’Connell menjadi pusat kota dan disebut sebagai salah satu jalan terlebar di semua kota besar di Eropa. Diantara jalan yang menghubungkan antara Parnell Square hingga O’Connell Bridge ini berdiri beberapa bangunan menarik. The Spire salah satunya. Bangunan setinggi 120 meter ini berada di tengah O’Connel Street dan dibangun pada tahun 2002. Selain itu juga ada General Post Office atau kantor pos pusat Irlandia.

Tempat tersebut mmerupakan bangunan publik terakhir yang didirikan pada era Georgian. Fondasi awal bangunan ini dibuat pada tahun 1814 dan sempat menjadi markas tentara Republikan pada tahun 1916. Karena itu, gedung ini menjadi salah satu tempat bersejarah di Irlandia. Di beberapa dinding gedung ini masih terlihat bekas-bekas peluru. Tempat menarik lainnya di jalur ini adalah Dublin City Gallery yaitu The High Lane. Karya-karya yang dipamerkan disini adalah karya besar dari seniman impresionis dunia seperti Renoir, Degas, Monet dan Morisot.

Berdekatan dengan Galeri tersebut juga ada Dublin Writers Museum. Di sini dipamerkan gambar-gambar rumah pada abad ke-18 kota Dublin dan kehidupan tentang selebriti Dublin sejak 300 tahun lalu. Bagi wisatawan yang gemar dengan olah raga, mereka juga dapat mengikuti GAA Museum and Stadium Tour untuk mengetahui sejarah dan perkembangan olahraga nasional Irlandia.

The Phoenix Park
Phoenix Park sebagai taman terbuka untuk umum ini adalah taman terbesar yang ada di Eropa. Di dalam taman ini terdapat juga kebun binatang Dublin, museum polisi, Ashtown Castle (rumah menara kecil yang berdiri sejak abad ke-17), monument beberapa figur publik, taman bermain anak-anak dan juga kediaman Presiden Republik Irlandia yang disebut dengan nama Aras an Uachtarain serta rumah Kedutaan Besar Amerika. Selain itu, ada juga beberapa danau dan rusa-rusa jinak yang hidup di taman ini.

Phoenix Park

Temple Bar dan The Old City
Kawasan Temple Bar bisa dibilang sebagai pusat kebudayaan kota ini. Areal ini menjadi tempat lebih dari 50 tempat pameran seni kontemporer. Begitu banyaknya resto, bar, tempat belanja dan hotel menjadikan tempat ini sebagai pusat kunjungan wisatawan. Di beberapa lapangan juga terkadang digelar pemutaran film ketika musim gugur. Beberapa pusat kebudayaan Dublin seperti The Button Factory, The Ark, dan The Gallery of Photography serta National Photographic Library menjadikan kawasan ini selalu ramai.

Temple Bar

Tempat menarik lainnya yang ada di kawasan ini adalah Dublin Castle yang memang menjadi salah satu bangunan penuh sejarah kota ini. Berdekatan dengan kastil klasik ini juga ada Chester Beatty Library yang penuh dengan koleksi-koleksi beberapa negara di dunia. Sedangkan, bagi wisatawan yang ingin mengetahui lebih dalam tentang kota ini, dapat mengunjungi Dublin’s City Hall yang menampilkan sejarah Dublin dalam bentuk multimedia. Disini akan diceritakan mengenai Dublin pada era Viking hingga perkembangannya menjadi kota penuh vibrasi seperti saat ini.

Untuk mengetahui tentang hubungan Dublin dan Viking juga dapat dilihat di ruang eksibisi Dublinia and the Viking World. Disini akan ditunjukan artifak, rekonstruksi audio-visual dan tampilan yang sangat interaktif. Ruang pameran yang berada di gedung bernuansa Neo-Gothic ini dulunya adalah Gereja Ireland Synod Hall yang terhubung dengan jembatan yang bernuansa elegan menuju Gereja Cathedral.

The Liberties And West
Sisi barat kota ini menjadi kawasan terbesar pemerintahan masyarakat Gaelic. Salah satu tempat terkenal di sisi ini adalah Guinness Storehouse. Ditempat ini, wisatawan dapat mengikuti perjalanan menakjubkan mengenai sejarah dari pembuatan bir ternama dunia. Arthur Guinness menjadi salah satu bagian dari sejarah kota ini, semenjak memulai kisah perjalanannya membangun pabrik bir pada 250 tahun silam.

Irish Museum of Modern Art juga menjadi spot penting di sebelah barat Dublin. Dibangun diantara tahun 1680 hingga 1684, dulunya tempat ini adalah tempat para pensiunan tentara Irlandia. Tidak hanya itu tempat ini juga menjadi bangunan klasik pertama di daratan Irlandia. Sekarang, tempat ini menjadi ruang ajang pameran para seniman Irish.

Bagian penting lainnya di sini adalah penjara Kilmainham Gaol. Penjara yang dibuka sejak 1796 hingga 1924 ini sekarang menjadi tempat tur yang menarik. Mengelilingi sekaligus mengenal sel-sel tempat dieksekusinya para pejuang kemerdekaan Irlandia seperti Constance Markiewicz, Eamon de Valera dan Padraic Pearse, menjadi pengetahuan sejarah yang cukup menarik di kota ini.

Grafton Street
Kawasan Grafton Street menjadi pusatnya para wisatawan. Karena daerah ini menjadi tempat andalan para turis untuk berbelanja sekaligus tempat nongkrong untuk melihat dan dilihat oleh masyarakat Dublin. Di kawasan ini juga biasa ditemukan para seniman jalanan, yang kebanyakan mahasiswa-mahasiswi Dublin yang menunjukkan kemampuannya bermusik sambil mengais sedikit rezeki. Menjelang sore, beberapa seniman lainnya seperti joke-teller atau pendongeng lelucon ataupun seorang musisi berpakaian ala patung yang menamai dirinya sebagai Mr. Bonjagles dan akan bernyanyi jika dilemparkan koin ke hadapannya juga dapat ditemui di kawasan ini.

Grafton Street

Di beberapa sudut Grafton Street terdapat patung penting warga Dublin. Seperti patung Molly Malone yang berlokasi di ujung jalan Grafton Street. Patung ini merupakan legenda yang menunjukan figure dalam lagu kebangsaan kota Dublin yaitu Cockles and Mussels. Selain itu juga ada patung musisi Phil Lynott yang berukuran sama dengan sosok aslinya.

Phillip Lynott Statue @ Grafton Street

Kota Teramah dan Bergairah di Eropa

•Oktober 14, 2009 • 1 Komentar

Mengunjungi ibu kota Republik Irlandia, Dublin, pada bulan September memang menyenangkan. Kota berudara sejuk dengan masyarakat yang hangat ini menjadikan Dublin sebagai kota tujuan utama wisata di Eropa Utara.

Pertama kali menginjakkan kaki di Bandara Dublin memang belum dapat membuat para wisatawan terkagum-kagum. Berbeda dengan Changi Airport di Singapura yang terkenal dengan bandara ala mall ataupun Frankfurt Airport di Jerman, yang terkenal dengan ukurannya yang sangat luas, bandara Dublin terbilang cukup sederhana.

Pinggir Sungai Liffey

Perjalanan Jakarta – Dublin yang dapat ditempuh dengan penerbangan Jerman, Lufthansa, selama 19 jam, memang tidak dapat langsung membuat anda lega setibanya disana. Bagian imigrasi yang memisahkan wisatawan dari negara-negara yang tergabung dalam EU (European Union) dengan wisatawan dari luar EU dipastikan dapat membuang waktu para wisatawan tidak kurang dari satu jam.

Selepas dari bagian imigrasi, melepaskan pijakan dari pintu keluar bandara Anda akan disambut dengan udara dingin yang sedikit menggetarkan tubuh. Bus-bus atau Airlink sudah siap mengantarkan anda ke pusat kota Dublin ataupun beberapa kota dipinggir Dublin, Wicklow, dan Galway, yang juga menjadi kota target wisatawan di Irlandia ini. Untuk mencapai beberapa tempat tersebut, biaya yang dibutuhkan sekitar 20euro hingga 25euro.

Menuju kota yang disebut sebagai kota yang berjiwa muda ini -karena 50% dari masyarakat Dublin yang beraktifitas adalah anak-anak muda- Anda akan menyaksikan deretan pepohonan hijau yang sangat tinggi. Selepas pemandangan hijau itu sebuah tunnel atau terowongan sepanjang 5Km akan membawa anda dengan pusat kota Dublin.

Suasana Sore Dublin

Dublin, kota yang berarti Black Pool dalam bahasa asli Irlandia yaitu Gaelic terkenal dengan curah hujannya yang tak menentu. Bagi masyarakat kota ini, mereka sudah tidak kaget lagi jika hujan tiba-tiba saja datang di bulan-bulan musim panas, musim gugur ataupun musim semi. Beberapa dari masyarakat kota ini, cuaca cerah bagi mereka adalah suatu keajaiban. Meski bulan September di kota ini bertepatan dengan musim gugur, suhu udara 11°C- 13°C dengan angina dingin rasanya masih mengharuskan orang-orang untuk mengenakan jaket ataupun baju hangat di siang hari.

Pinggir Sungai Liffey

Menyusuri Dublin sama saja dengan menyusuri Sungai Liffey. Karena Sungai Liffey menjadi sungai yang membelah kota ini dan membaginya menjadi empat unit administratif ini. Keempat unit tersebut adalah Dublin City, Fingal, Dun Laoghaire-Rathdown, dan South Dublin.

Seperti beberapa kota besar lainnya di Eropa, Dublin juga masih mempertahankan bangunan-bangunan klasik nan kokoh, sisa-sisa zaman penjajahan mereka. Pemandangan kastil zaman kerajaan dan gedung-gedung yang nampak menggunakan gudang lama menjadi view khas kota ini.

Meski masih mempertahankan cita rasa klasik ala Irlandia, Dublin dikenal sebagai kota dengan gairah kehidupan malam tertinggi di Eropa. Bukan, bukan dalam hal prostitusi yang dimaksud disini, tetapi mengenai betapa masyarakat kota ini sangat menyukai momen bersantai di malam hari.

Kota yang memang terkenal dengan ratusan pub ataupun bar ini, memang tidak akan pernah lengang di malam hari. Hampir disetiap pub di pusat kota selalu ramai dikunjungi. Tidak jarang, mereka yang sudah memiliki pub kesukaan, rela berdiri berjam-jam di areal teras pub-pub tersebut untuk bergaul dengan sesamanya, walau tak mendapatkan meja untuk makan malam.

Dublin at Night.

Selain hiburan malam, Dublin juga terkenal sebagai kota pendidikan karena banyaknya sekolah tinggi dan museum di sini. Wisatawan yang menyukai hal-hal yang berhubungan dengan olahraga, sejarah, seni atau literatur juga dipastikan dapat menemukan banyak hal menarik di kota kelahiran beberapa grup band dunia seperti U2, The Corrs, Westlife dan solis Sinead O’Connor ini.

sinnead o'connor

Tanya

•Oktober 12, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Kemana kamu???
Sudah lama tidak melihat bibir tipismu itu…
Dimana kamu???
Sudah tak terlihat lagi bayangan tubuh kamu yang tinggi itu…

...nyaris hilang...

Perempuan yang sedang kamu gila-gilai…

•Oktober 6, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Dengar ini…
Saya tidak cemburu dengan siapapun perempuan yang mendekati kamu…
Kamu orang bebas…
Begitupun saya yang bebas untuk tidak menyukai siapapun…
Termasuk perempuan yang saya nilai sudah membuat diri kamu sibuk dengan dirinya…
Mungkin sekarang belum terlihat…
Kamu bisa saja menganggapnya sebagai perempuan asik…
Beer-mate kamu atau apapun lah itu sebutannya…
Tapi karena saya juga punya hak bebas untuk merasa tidak suka kepada siapapun…
Maka saat ini saya memilih untuk tidak menyukai perempuan itu…
Perempuan yang akan membuat kamu sibuk meladeninya…
Perempuan yang akan menjauhkan saya dengan kamu…
Ya apalagi kalau bukan perempuan pada umumnya…
Itu julukan yang tepat untuk dia…
Sudah lah…
Saya dan kamu baru saja kenal…
Baru saja akrab…
Begitupun dengan perempuan itu kepada kamu…
Jadi maaf kalau saat ini saya memilih untuk tidak mau perduli sama urusan kamu lagi…
Kamu…
Kamu urus saja perempuan itu…
Perempuan yang sedang kamu gila-gilai…

Communion Of Souls

•September 21, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Berapa lama kita enggak ketemu???
Hmmm…mungkin satu bulan lebih beberapa hari…
Tapi ternyata kita masih menyenangkan ya?
Kamu masih mau cerita tentang perempuan-perempuan gila yang rela membuang waktu mereka untuk mendapatkan perhatian kamu…
Begitupun aku yang tanpa pikir panjang membeberkan aib ku yang sedang mengagumi teman kamu…
Aku masih bisa memain-mainkan rambutmu, yang kamu bilang sudah mulai rontok dibagian dahi kamu…
Kamu juga masih merajuk-rajuk seperti anak-anak yang minta dibelikan segenggam balon berwarna-warni…
Kamu juga masih mengundang aku untuk bergabung bersama jiwa kamu, untuk kembali menikmati lintingan-lintingan yang selalu membawa kita ke sejengkal langit diatas kepala kita…
Dan aku…aku masih menikmati semua kisah-kisah yang termuntahkan dari mulut kamu…
Ah…
Akhirnya jiwa kita bersatu lagi…

milik laki-laki itu

milik laki-laki itu

[pergi]

•September 1, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar
Pergi sana!! Pergi dan tinggalkan saya! Bosan dengan semua drama kamu! Sudah tidak mempan lagi lelucon kamu! Muak dengan manusia naif! Pergi sana!!