Korban & Pelaku
Dia kira hanya dia sendiri yang merasa sakit. Memang, katanya manusia itu lebih suka memilih memainkan peran korban, dari pada menjadi pelaku. Tapi tidak untuk kali ini. Dia merasa sakit, karena disini dia yang menjadi korban sekaligus pelaku yang menyakiti hatinya sendiri.
Kenapa? Tidak tahu, jawabannya. Dia tidak tahu ketakutan apa yang menghantuinya hingga menjatuhkan diri sendiri ke dalam kubangan dangkal namun penuh bebatuan itu. Juga tidak tahu apa yang membuat dia tidak meminta tolong meski batu-batu itu telah membuat kakinya berdarah. Dia hanya bisa berusaha menepi, namun tidak kuat…ah lebih tepatnya belum mau…untuk berdiri dan melanjutkan perjalanan yang entah kemana itu.
Dia duduk. Menyeka-nyeka darah dengan kain perca yang ditemukannya. Tapi kain kecil itu tidak mampu membebat darahnya. Darah itu tetap keluar, meski tidak membuncah. Cairan merah marun itu mengalir tipis membasahi telapak kakinya. Ya dia memilih untuk tidak meminta pertolongan siapapun.
Dia coba menikmati peran dia sebagai pelaku dan korban dalam waktu bersamaan. Walau darah itu beberapa kali dirasakannya nyeri karena tak kunjung mengering, dia tetap duduk ditempat itu. Hatinya mengatakan, dia tak ingin menjejakkan darah di sepanjang perjalanan selanjutnya (yang belum dia rencanakan juga).
Wisata Penjara
Satu lagi tempat yang harus masuk ke daftar kunjung bagi Anda yang ingin berwisata ke Kota Dublin, Irlandia.Objek wisata yang cukup menarik tersebut adalah Kilmainham Gaol atau Penjara Kilmainham.
Mix n Match
Baiklah, mungkin memang saya seperti perempuan pada umumnya. Karena saya mengakui kalau beberapa kali ini saya harus menyalahkan PMS atas ketidakstabilan hormon ditubuh saya yang agak megah ini.
Benar-benar saya tidak suka ketika menyadari bahwa saya sedang didalam minggu menyambut kedatangan si kodrat. Dan sepertinya itu yang saya rasakan saat ini. Sungguh, saya kadang lelah meladeni fluktuasi perasaan ini. Karena yang jelas itu juga mempengaruhi mental sekaligus fisik saya. Baca entri selengkapnya »
Wisata Kuburan
Apa jadinya ketika sebuah pemakaman tidak lagi menjadi sebuah tempat yang mengerikan ataupun kramat, namun malah menjadi situs wisata? Hal tersebut bisa terjawab jika kamu melakukan perjalanan ke Dublin, Irlandia.
Ketika Ingin Menyerah
Menggoda kematian
Itulah yang beberapa hari ini saya lakukan
Ketika nafas mendadak terhirup empat ketukan sekali
Saat pandangan tak lagi satu namun memecah dan berpendar
Setiap kali itu terjadi saya memanggilnya dalam hati
“oh…ayolah..ajak saya saat ini juga…”
Entah apa yang sudah saya miliki hingga berani-beraninya mengundang sang maut
Ketidakmampuan saya akan entah apa yang ada didalam hati ini yang membuat saya memanggilnya
Saya butuh seseorang
Hanya seorang
Seorang yang mau menjadi penyangga saya saat ini
Sepertinya saya lebih memilih mati dari pada harus hidup dengan hati yang pincang
Pemalsuan Jiwa
Selebrasi 2.5 Abad Guinness
Setiap sudut kota Dublin, 24 September lalu, tepat pukul 17.59 secara bersamaan terdengar orang-orang yang meneriakan kalimat “To Arthur!” sambil mengangkat gelas minuman mereka tinggi-tinggi.
Tahukah Kamu???

Seniman dunia seperti Bram Stoker (Novelist Dracula) adalah lulusan Trinity College dan pernah bekerja sebagai pembantu di Dublin Castle di tahun 1870an
O’Connell Bridge awalnya dibuat dari tali tambang dan hanya mampu dilalui oleh satu orang dan seekor keledai. Baca entri selengkapnya »
Kota Teramah dan Bergairah di Eropa
Mengunjungi ibu kota Republik Irlandia, Dublin, pada bulan September memang menyenangkan. Kota berudara sejuk dengan masyarakat yang hangat ini menjadikan Dublin sebagai kota tujuan utama wisata di Eropa Utara.
Pertama kali menginjakkan kaki di Bandara Dublin memang belum dapat membuat para wisatawan terkagum-kagum. Berbeda dengan Changi Airport di Singapura yang terkenal dengan bandara ala mall ataupun Frankfurt Airport di Jerman, yang terkenal dengan ukurannya yang sangat luas, bandara Dublin terbilang cukup sederhana.
