here rabbit…
Saya baru empat bulan kenal kamu. Tapi rasanya sudah lama saya berurusan sama kamu. Awalnya saya, yang senang mempelajari cara berpikir manusia, menjadikan kamu sebagai kelinci percobaan saya.Diri kamu yang selalu berada di pojok sangkar dan beku membuat saya tertarik untuk mencari tahu tentang apa yang dirasakan kamu.
Apakah kamu sakit?
Apakah kamu takut?
Atau mungkin kamu terluka?
Kenapa kamu diam?
Saya dekati kamu, kamu masih diam. Saya ulurkan tangan saya, kamu hanya menatap. Hingga akhirnya saya menemukan umpan yang tepat untuk kamu. Akhirnya kamu menyambut uluran tangan saya. Entah karena kamu yang dengan sadar membiarkan diri kamu memakan umpan tersebut atau saya yang berhasil memilih umpan yang tepat. Karena akhirnya kamu percaya dan membiarkan saya membelai kamu.
Saya keluarkan kamu dari sangkar untuk mempelajari kamu. Menyuntikan semua cairan yang bisa membahagiakan kamu. Hingga kamu mau berada dalam dekapan saya. Mengungkapkan apa yang sebenarnya kamu rasakan.
Ternyata, menyayangi kamu adalah hal yang mudah. Tak lama kamu berada dalam pelukan saya, kamu berontak. Liar dan lari kesana kemari. Saya tidak mampu menahan tubuh kamu yang meronta itu. Saya melepaskanmu.
Meski menangis karena sedih karena kamu tak lagi menginginkan saya, saya belajar untuk merelakan kamu. Saya tidak mencari kamu. Tapi seekor burung menyampaikan kepada saya kalau kamu sudah mendapat sangkar baru, dengan pemilik yang sangat mencintai kamu. Burung itu mengatakan kalau kamu disana kamu sangat bahagia. Dimanja dan disirami kebahagiaan. Kamu bahagia tetapi tidak mendapatkan apa yang kamu butuhkan. Kamu pun lari lagi.
Hingga akhirnya terbawa kembali ke depan wajah saya. Kamu meminta penawar kebahagiaan yang dulu. Saya, yang masih menyayangi kamu memberikannya dengan senang hati. Tapi dasar kamu kelinci liar. Kamu lari lagi meninggalkan saya. Tak ingin menangis lagi, akhirnya saya yang menyuntikan kebahagian untuk kamu dulu, kepada diri saya sendiri. Hasilnya, saat ini saya yang menjadi kelinci percobaan diri saya sendiri.

hmmmm…ini sebenarnya tragis, tapi gue kok jadi senyum2 lucu ya, hehe….
eheheheh…gue juga bikinnya agak2 cengengesan mba meski becucuran air mata….
hiks.. hiks.. hiks.. Megiza… menohok… tx ya.. terwakili bangeettt..