Apa jadinya ketika sebuah pemakaman tidak lagi menjadi sebuah tempat yang mengerikan ataupun kramat, namun malah menjadi situs wisata? Hal tersebut bisa terjawab jika kamu melakukan perjalanan ke Dublin, Irlandia.

Seniman dunia seperti Bram Stoker (Novelist Dracula) adalah lulusan Trinity College dan pernah bekerja sebagai pembantu di Dublin Castle di tahun 1870an
O’Connell Bridge awalnya dibuat dari tali tambang dan hanya mampu dilalui oleh satu orang dan seekor keledai. (lagi…)
Mengunjungi ibu kota Republik Irlandia, Dublin, pada bulan September memang menyenangkan. Kota berudara sejuk dengan masyarakat yang hangat ini menjadikan Dublin sebagai kota tujuan utama wisata di Eropa Utara.
Pertama kali menginjakkan kaki di Bandara Dublin memang belum dapat membuat para wisatawan terkagum-kagum. Berbeda dengan Changi Airport di Singapura yang terkenal dengan bandara ala mall ataupun Frankfurt Airport di Jerman, yang terkenal dengan ukurannya yang sangat luas, bandara Dublin terbilang cukup sederhana.
Hari kedua di Genting. Jam 12 siang, gue akhirnya menyeret badan yang super galon ini untuk bangun dan menyalakan laptop. Wheew, sakit kepala. Kurang tidur Boss!! Ketak-ketik-ketak-ketik, akhirnya jam 13.00 (waktu Genting) berita kelar. Enggak tahu deh tuh waras apa enggak tulisannya. Kepala gue pusing banget Cuk!(macam Mas Danang gituh ngomongnya ya kan?!)
Udah gitu diteror sama Mas Marcel untuk cepetan turun kebawah. Ya udah gue kucuk-kucuk-kucuk masuk ke Coffee Bean di lobby hotel. Kirim berita ke pihak berwenang yang lagi jaga kandang di Jakarta. Dan langsung jalan ke The Pavilion di Theme Park Hotel.
(lagi…)
Ya ketika gue mengisi blog ini memang sudah hari kedua. Tapi gue pengen cerita tentang hari pertama gue (kemarin)disini.
Sampe di KLIA jam 09.00 waktu Jakarta. Lalu jalan menuju Genting jam 10.00 (masih waktu Jakarta). Perjalanan menuju Genting bisa diilustrasikan seperti dari Jakarta ke Puncak. Jalanannya super berkelok-kelok. Wadduh, pokoknya rutenya macam Annisa Bahar itu lah! Patah-patah! (Anjringg..pagi-pagi udah garing).
Om Blanco (global TV) yang duduk sebelah kiri gue sampe pegel-pegel pegangan di gantungan tangan deket jendelanya. Begitupun dengan Alvin (Trax Magz), yang bergelayut di gantungan tangan sebelah kanan gue. Karena gue ditengah-tengah, ya udah, mereka pasrah gue tiban-tibanin
Setelah dua jam perjalanan, mulai dari ngobrol-ketawa-diam-tidur-bangun- ngobrol-sampe akhirnya diam lagi, gue, Om Blanco, Mas Marcel, dan Alvin akhirnya memasuki kawasan Genting Highlands.
Wuaaauuuuwww..keren abbeeeeesss!!! Hutannya lebat-lebat! Dan bener-bener enggak ada mobil yang kayak dapur di Jakarta, alias ngebul! Sepanjang jalan, di gelar banner2nya MTV ASIA AWARDS. Mukanya Jared Leto -target operasi utama gue- betebaran dimana-mana.